Syariat Hakikat Tarikat Makrifat

Warisan Budaya Alamiah

  • Syariat Hakikat Tarikat Makrifat


    ISLAM

  • Jumlah Pengunjung

    • 57,805 hits
  • Log Keluar / Masuk

  • Waktu Sekarang

  • RSS Pakcikli00 Dukun Asmara

  • RSS jalanakhirat

    • Rahsia jiwa wanita yang tercela 9 Januari 2011
      TABIAT ULAR Menaruh dendam apabila mendengar sesuatu yg jahat tentang suami atau dirinya. Maka akan berkelahilah dia dengan orang lain. TABIAT TIKUS Dia adalah seorang wanita yg suka mencuri harta suaminya sendiri. TABIAT KERA Suka memakai baju berwarna merah, hijau dan kuning. Dia tidak suka memakai emas dan perak. Dia suka membesarkan diri di hadapan [...]
  • RSS Doa Ayat dan Zikir

    • Terdapat ralat. Suapan ini mungkin tidak dapat dihubungi. Sila cuba lagi.
  • RSS Kehidupan Nabi Muhammad saw

    • Solat cara Nabi Muhammad saw 31 Ogos 2010
      Berdiri untuk solat Berdiri dengan lurus, kedua belah kaki sama tegak, mengarah kiblat dengan menundukkan pandangan memandang ke tempat sujud dan mengarahkan hujung-hujung jari kaki ke kiblat dengan merenggangkan antara dua kaki(jangan sangat dirapatkan dan jangan sangat dijauhkan. Takbiratul ihram Takbiratul ihram ialah mengangkat tangan dan meletakkan tang […]
  • RSS Amal Ibadat Orang Islam

  • RSS Darah Daging dan Nafas Manusia

    • Golongan Darah 2 Julai 2010
      Golongan darah adalah ciri khusus darah dari suatu individu karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah. Dua jenis penggolongan darah yang paling penting adalah penggolongan ABO dan Rhesus (faktor Rh). Di dunia ini sebenarnya dikenal sekitar 46 jenis antigen selain antigen ABO dan Rh, hanya saja lebih jarang d […]
  • RSS Asal Usul Orang Melayu

    • Bangsa Mim 22 Jun 2010
      Wasiat ilmu ADAM yang di turunkan kepada anak cucu baginda lantas menjadikan mereka itu sebagai ‘dewa’. Tugas mereka adalah untuk mengurus, bukannya untuk di sembah. Tapi, akibat kebodohan manusia yang tidak mahu mengikut, mereka ini menyembah-yembah manusia ‘dewa’ ini dan jadikan mereka ini tuhan. Akibatnya, mereka di musnahkan atau di hapuskan terus dari p […]
  • RSS Sejarah Hang Tuah

    • Hang Jebat Menduduki Istana – Kajian Hikayat Hang Tuah Bab 16 19 Januari 2011
      KAJIAN: ROZIELINA ZINI (U6-3) SINOPSIS Pada awal bab ini menceritakan tentang kelakuan Hang Jebat yang semakin liar sehingga sering bersuka ria di istana dan bermukah dengan dayang-dayang di istana malahan dia meganggap istana adalah tempat tinggalnya. Perbuatan keji Hang Jebat membuatkan Raja Melaka menjadi murka tetapi apakan daya keris pandak Laksamana Ha […]
  • RSS Sejarah Pulau Besar Melaka

    • Terdapat ralat. Suapan ini mungkin tidak dapat dihubungi. Sila cuba lagi.
  • RSS Gunung Ledang Melaka

    • Batu Bersurat terbelah dua di Gunung Ledang 5 Ogos 2010
      Tok Syeikh berkata 27 Julai 2010 pada 11.55p07 Batu Bersurat ini bertulis dalam BAHASA KAWI/PALAPPA/JAWA KUNO.Saya memang tidak memahami,tetapi ada tarikh di tulis di situ…iaitu 1313 tahun saka.kalau tahun masihi kita kena campor 70,maka menjadi 1383 m.Ini mungkin memberitahu kita Tahun Gunong Ledang di diami manusia.Saya di beritahu,yang Memotong batu ini d […]
  • RSS Gunung Ganang di Malaysia

    • Terdapat ralat. Suapan ini mungkin tidak dapat dihubungi. Sila cuba lagi.
  • RSS Rahsia Kayu Batu dan Logam

    • Sihir Pelalau 31 Disember 2010
      Tujuan sihir pelalau ini ialah untuk menghalang pesakit dari mencari rezeki samada di tempat kerja/pejabat atau premis perniagaan, rezeki dari segi perkahwinan atau rezeki dari segi maju dalam pembelanjaraan. Semua usaha untuk mencari rezeki-rezeki ini terhalang tanpa sebab yang munasabah. Sihir pelalau sering dilakukan pada premis tempat kerja atau premis p […]
  • RSS Rahsia Rumahtangga

    • Isteri perlu digoda sebelum digodam 18 Oktober 2010
      Setiap pria selalu berusaha menyenangkan sang istri untuk mencapai kepuasan seksual. Namun, tidak semua pria ternyata pintar membuat pasangannya terangsang. Mau tahu caranya? Menurut Askmen, seorang pria bisa dengan mudah membuat pasangannya terangsang dengan cara memberikan rangsangan berulang-ulang di seputar bagian sensitif tubuh pasangannya. Titik-titik […]
  • RSS Wannura Terapi

    • Terdapat ralat. Suapan ini mungkin tidak dapat dihubungi. Sila cuba lagi.
  • RSS Wannura

    • Mohon kemaafan dan terima kasih ……. 4 April 2011
      Kepada kesemua pengunjung-pengunjung weblog wannura yang dihormati ; Saya memohon ampun dan maaf kerana tidak membalas komentar serta menghantar entri (post) yang baru buat masa yang terdekat ini oleh sebab kesibukan tugas-tugas harian serta penglibatan saya dengan aktiviti dan penyelidikan persilatan . Walaubagaimana pun , saya akan cuba membalas segala kom […]
  • RSS Wannura Orkid

    • Terdapat ralat. Suapan ini mungkin tidak dapat dihubungi. Sila cuba lagi.

Arkib bagi Hari 6 September 2010

Syeikh Abdul Wahab Rokan dan Tarikat Naksyabandiah

Posted by pakcikli00 di 6 September 2010

Kendati telah wafat sejak sekitar 77 tahun silam, keberadaannya terasa di Kampung Babussalam, Tanjung Pura, Langkat, Sumatra Utara. Peziarah mengalir ke makamnya di kampung yang didirikannya. Syekh Abdul Wahab Rokan memang dikenal sebagai ulama ternama di Sumaera.

Lahir pada 19 Rabiul Akhir 1230 H (28 September 1811) di Kampung Danau Runda, Rantau Binuang Sakti, Negeri Tinggi, Rokan Tengah, Kab. Rokan hulu, Riau, Wahab tumbuh di lingkungan keluarga yang menjunjung agamanya. Nenek buyutnya, H Abdullah Tembusai, dikenal sebagai alim ulama besar yang disegani.

Salah seorang putra Abdullah Tembusai, bernama M Yasin menikah dengan Intan. Buah perkawinan itu melahirkan di antaranya Abdul Manap. Putra tertuanya ini, kemudian menikah dan melahirkan Syekh Wahab Rokan.

Dengan titisan darah demikian, Wahab sejak kecil terdidik, terutama untuk pelajaran agama. Demi menghapal AlQuran, Wahab kecil tak jarang bermalam, di rumah gurunya. Ia pun patuh pada guru, bahkan kerap mencucikan pakaian orang yang mendidiknya itu.

Keistimewaan telah tampak sejak Wahab masih bocah. Suatu ketika, saat orang terlelap pada dinihari, Wahab masih menekuni AlQuran. Mendadak muncul seorang tua mengajarinya membaca aLQuran. Setelah rampung satu khatam, orang tua itu menghilang.

Kesalihannya ini tak jarang mengalami godaan. Saat ia melanjutkan pendidikan di Tembusai, seorang wanita menggodanya, bahkan mengunci pintu tempat Wahab berada. Wahab terus melantunkan doa sehingga terlepas dari jebakan wanita yang tergila-gila padanya. Begitu pun, suatu ketika saat mandi di sungai, seorang gadis melarikan sarungnya.

Godaan itu tak membuat imannya meleleh. Bahkan, ia kian kukuh mendalami ilmu agama. Setelah dari Tambusai, ia pun ke Malaysia, untuk mendalami ilmu agama kepada Syekh H M Yusuf asal Minangkabau. Wahab yang tumbuh menjadi pemuda berdagang untuk menopang kehidupannya. Menariknya, berkat kesalihannya, ia menyuruh pembeli menimbang sendiri barang yang dibeli. Ini demi menghindarkan kecurangan.

Melanjutkan pendidikan ke MAkkah, ia belajar kepada beberapa guru, di antaranya Zaini Dahlan (mufti mazhab Syafii), Syekh Zainuddin Rawa. Terakhir, ia mendalami ilmu tarEkat kepada Syekh Sulaiman Zuhdi di puncak Jabal Abi Kubis. Sulaiman Zuhdi dikenal sebagai penganut tarEkat Naqsyabandiah.

Menyimak ketekunan muridnya, suatu ketika Sulaiman Zuhdi, resmi mengangkat Wahab sebagai khalifah besar. Penabalan itu diiringi dengan bai’ah dan pemberian silsilah tarekat Naqsyabandiyah yang berasal dari Nabi Muhammad SAW hingga kepada Sulaiman Zuhdi yang kemudian diteruskan kepada Wahab. Ijazahnya ditandai dengan dua cap. Ia pun mendapat gelar Al Khalidi Naqsyabandi.

Setelah kurang lebih enam tahun di MAkkah, ia kembali ke Riau. Di sana, ia yang saat itu berusia 58, mendirikan Kampung Mesjid. Dari sana, ia mengembangkan syiar agama dan tarEkat yang dianutnya, hingga Sumatra Utara dan Malaysia. Namanya pun semerbak. Raja di berbagai kerajaan di Riau dan Sumatra Utara mengundangnya.

Suatu ketika, Sultan Musa Al-Muazzamsyah dari Kerajaan Langkat, gundah. Putranya sakit parah dan akhirnya wafat. Rasa kehilangan ini tak terperikan. Syekh HM Nur yang — sahabat karib Wahab saat di MAkkah — menjadi pemuka agama di kerajaan, menyarankan agar Sultan bersuluk di bawah bimbingan Wahab. Sultan menyetujui dan mengundang Wahab.

Wahab pun datang ke Langkat. Ia mengajarkan tarEkat Naqsyahbandi dan bersuluk kepada Sultan. Setelah berulang bersuluk, Sultan Musa — yang belakangan melepaskan tahtanya dan memilih menekuni agama — memenuhi saran Wahab, menunaikan ibadah haji, sekaligus bersuluk kepada Sulaiman Zuhdi di Jabal Kubis.

Berkat kekariban hubungan guru-murid, Sultan Musa menyerahkan sebidang tanah di tepi Sungai Batang Serangan, sekitar 1 km dari Tanjung Pura. Sultan berharap gurunya dapat mengembangkan syiar agama dari tanah pemberiannya. Wahab menyetujui dan menamakan kampung itu Babussalam (pintu keselamatan). Maka pada 15 Syawal 1300 H, ia bersama ratusan pengikutnya, menetap di sana.

Babussalam berkembang menjadi kampung dengan otonomi khusus. Menjadi basis pengembangan tarEkat Naqsyahbandiyah di Sumatra Utara, Wahab membentuk ‘pemerintahan’ sendiri di kampung itu. Perangkatnya antara lain dengan membuat Lembaga Permusyawaratan Rakyat (Babul Funun).

Hingga kini, kampung itu terjaga sebagai pusat pengembangan tarekat Naqsyahbandiyah. Tetap mendapatkan perlakuan khusus dari Pemda setempat, aktivitas sehari-hari — ditandai dengan kegiatan suluk setiap hari — dipimpin khalifah. Saat ini khalifah kesepuluh Syekh H Hasyim yang memimpin.

Kendati terjalin erat, hubungan Wahab dan Sultan, tak berarti selalu harmonis. Bahkan antara keduanya sempat renggang, saat Wahab difitnah membuat uang palsu. Akibatnya, Sultan memerintahkan penggeledahan ke rumah Wahab. Kendati tak terbukti, bahkan saling memaafkan, Wahab seusai peristiwa itu pindah ke Malaysia. Kepindahannya ini kabarnya menyebabkan sumur minyak di Pangkalan Brandan surut penghasilannya.

Begitu pun, suatu kali penjajah Belanda ‘menekan’ Sultan. Dalihnya, berbekal potret Wahab, ditengarai Tuan Guru Babussalam — demikian panggilan kehormatannya — turut bertempur membantu pejuang Aceh melawan Belanda. Padahal, pada saat bersamaan, pengikutnya menegaskan Tuan Guru berdzikir di kamarnya.

Kembali ke Babussalam, setelah terharu menyaksikan kampung yang dibangunnya menyepi, Tuan Guru menetap di Babussalam. Bersama pengikutnya, ia kembali membangun Babussalam. Tak sekadar berkembang pesat, Tuan Guru bersama Babussalam tumbuh disegani. Tak ayal, Belanda berusaha menjinakkannya.

Maka pada 1 Jumadil Akhir 1241 H, Asisten Residen Van Aken, menyematkan bintang kehormatan kepadanya. Kendati demikian, tak berarti Tuan Guru, terpedaya. Bahkan, di saat prosesi penyematan, Tuan Guru dalam sambutan meminta Van Aken menyampaikan kepada Raja Belanda untuk masuk Islam. Menilai pemberian bintang itu sindiran, ia meminta pengikutnya lebih giat. Bintang kehormatan itu pun kemudian diserahkan kepada Sultan Langkat.

Kendati dikenal sebagai pemuka agama, tak berarti Tuan Guru tak memiliki kepedulian pada politik. Ia mengutus anaknya untuk menemui HOS Cokroaminoto pada 1913. Tujuannya untuk membicarakan pembukaan cabang Sarekat Islam di Babussalam. Tak lama kemudian, SI pun berdiri di kampung yang dipimpinnya.

Tuan Guru wafat di usia 115, pada 21 Jumadil Awal 1345 H (27 Desember 1926), meninggalkan 4 istri, 26 anak, dan puluhan cucu. Hingga kini, setiap peringatan hari wafat (haul), dirayakan besar-besaran. Ratusan pengikutnya yang memegang tarekat Naqsyahbandiah dari berbagai kota di Sumatra hingga Malaysia, dan Thailand hadir.

Silaturahmi di Negeri Seribuk Suluk

Para zurriyat, khalifah dan jamaah Babussalam terserak di dalam maupun luar negeri. Akibatnya silaturahmi menjadi longgar. Demi mengikat silahturahmi Ikatan Keluarga Babussalam Langkat menyelenggarakan silaturrahmi nasional (silatnas).

Berlangsung mulai 18 hingga 20 Oktober mendatang, silatnas diadakan di kampung kelahiran Syekh Abd Wahab Rokan, di Rantau Binuang Sakti yang dijuluki ‘Negeri Seribu Suluk’. Acaranya selain tabliqh akbar, haflah Alquran, juga istighasah Tareqat Naqsyabandiyah. Di hari terakhir (20/10), silatnas ditutup dengan ziarah ke makam ibu dan Syekh Abd Wahad dan ke makan Syekh Zainuddin. Kemudian diikuti ramah tamah sekitar seribu peserta silatnas.

Dikirim dalam Uncategorized | 1 Komen »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.